Cerita Di Balik Dua Lembar Uang Kertas

Spread the love

Beberapa teman atau mahasiswa yang pernah datang ke meja kerja saya, pasti pernah melihat 2 lembar uang kertas yang berada di balik kaca meja. Satu lembar uang pecahan lima puluh ribu rupiah bergambar Pak Harto sebagai Bapak Pembangunan Indonesia, cetakan tahun 1995. Sedangkan selembar lainnya adalah uang kertas 10 dolar Amerika bergambar Alexander Hamilton. FYI – Alexander Hamilton adalah salahsatu founding father Amerika Serikat, sekretaris George Washington dan pendiri sistem keuangan Amerika Serikat. Namun yang saya ingin ceritakan bukan kedua tokoh yang ada pada lembaran uang tersebut. Saya hanya ingin bercerita, mengapa kedua uang tersebut ada di meja saya.

 

Choiron
Uang Kertas di Mejaku

Uang pertama bergambar Presiden Soeharto, saya dapatkan tahun 2000 dari (Alm) Ibu Sri Sasi Wakil Dekan II Fakultas Teknik Unitomo (Semoga Allah mengampuni seluruh dosanya dan menerima amalan baiknya). Saat itu beliau sedang membongkar brangkas uang fakultas yang lainnya dan menemukan selembar uang bergambar presiden kedua tersebut. Ternyata sejak tahun 1999 setelah reformasi, uang bergambar Smiling General tersebut ditarik oleh BI diganti dengan pecahan 50 ribu bergambar WR. Soepratman. Sejak itu masyarakat menganggap sudah tidak laku lagi, walaupun masih bisa ditukar di BI sampai 10 tahun sejak penarikannya. Mungkin karena ada perasaan tidak suka sebagai icon utama Orde Baru yang harus disingkirkan. Akhirnya uang lembaran tersebut diberikan ke saya dan selalu saya simpan di bawah kaca meja kerja hingga sekarang.

 

Sedangkan uang 10 dolar Amerika, saya dapatkan dari seorang mahasiswa Timor Leste. Saat itu dia baru semester 4 dan menghadap untuk perwalian. Setelah selesai perwalian, tiba-tiba dia mengeluarkan lembaran 10 dolar tersebut dan diberikan ke saya. Katanya ini sebagai souvenir karena dia baru pulang kampung. Saya sudah menolaknya karena merasa tidak nyaman menerima gratifikasi dari mahasiswa. Bagaimana kalau tertangkap KPK dan akhirnya dipakaikan rompi warna orange seperti koruptor kelas kakap. Bagaimana kalau ada Saber Pungli dan saya dianggap menarik uang pungutan liar. (Lebay :D). ya pokoknya intinya, saya tidak pernah suka menerima pemberian dari mahasiswa sebelum dia lulus.

Akhirnya setelah dia memaksa, saya menerimanya dan saya sampaikan kalau uang tersebut saya terima dengan catatan akan saya berikan kembali kalau dia lulus kuliah nanti. Saat ini dia sedang tugas akhir di semester-semester akhir. Mohon doanya semoga bisa lulus, sehingga saya bisa mengembalikan dolar tersebut dalam sebuah pigora cantik, sebagai tanda perjuangan dia untuk lulus kuliah saat wisuda nanti.

Itu cerita di balik 2 lembar uang berbeda negara dan jaman. Jangan tanyakan uang tersebut mau diapakan setelahnya ya. Itu nanti ceritanya saya berikan berikutnya saja. 😀

1 thought on “Cerita Di Balik Dua Lembar Uang Kertas

  1. Pingback: Adobe Photoshop Menolak Membuka karena Uang Dollar – Pak Choy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *