Pak Tani dan Hewan Ternaknya

Spread the love

Ayam dan kambing begitu riuh bertepuk tangan saat Pak Tani meniup lilin ulang tahunnya. Bagi mereka, ini adalah acara yang mereka tunggu-tunggu untuk mengungkapkan betapa beruntung dab bersyukurnya mereka, karena dipelihara oleh Pak Tani yang baik hati.

Seekor ayam jantan meraih mikrofon dan mulai berpidato.
“Bapak Tani yang saya hormati dan taati. Saya atas nama teman-teman sesama ayam dan tentu saja warga kambing, mengucapkan selamat ulang tahun dan semoga panjang umur.” Terdengar ucapan amin disusul oleh gemuruh tepuk tangan dari ayam dan kambing yang hadir. Ayam jantan berhenti sejenak, menikmati suasana meriah dari audience-nya.

“Kami juga ingin mengucapkan terimakasih atas kebaikan Bapak Tani. Setiap pagi dan sore kami diberi makan yang cukup. Bapak juga membersihkan kandang dan memberi kami vitamin agar kami semua sehat. Kemudian, Bapak juga telah membantu merawat dan menetaskan telor kami, serta merawat anak-anak kami. Sekali lagi, kami ucapkan terimakasih,” kata si Ayam Jantan sambil memberikan hormat beberapa kali ala orang Jepang. Sementara tepuk tangan dari yang hadir juga semakin bergemuruh.

Pak Tani hanya bisa terdiam menerima penghormatan dari hewan peliharaannya yang memang sehat dan gendut-gendut karena dirawat dan diberi makan cukup.

Keeseokan harinya, di pagi hari.

“Pak… Tolong ayamnya tiga yang paling besar. Kata pemesannya, mereka ingin buat ayam bakar untuk acara tumpengan,” kata istri si Pak Tani sambil menyiapkan air panas untuk mencabuti bulu ayam yang nantinya akan dipotong.

Tampa banyak cakap, Pak Tani tersebut masuk ke areal kandang ayamnya dan membawa 3 ekor ayam jantan yang paling besar. Salah satunya adalah Si Ayam Jantan yang berpidato malam kemarin di acara ulang tahun Pak Tani.

Ayam yang lain tampak berbisik-bisik dan mereka merasa iri karena tidak terpilih untuk dibawa Pak Tani. Sedangkan 3 ayam yang terpilih menunjukkan wajah bahagia karena mereka pikir akan di ajak jalan-jalan dan menerima kebaikan dari Pak Tani lainnya.

Pak Tani memang baik terhadap ayam-ayam dan kambing-kambingnya. Tapi di balik kebaikan tersebut, tersimpan niat mengerikan yang tidak diketahui oleh hewan peliharaannya.

“Hutang budi, bayar body”

“Hidup ayam gemuk.”
“Hidup ayam sehat.”
“Hidup ayam montok,” teriak Pak Tani sambil mengepalkan tangan ala demo mahasiswa dan buruh, sesaat setelah memotong ketiga ayam terbaiknya.

#FiksiAyam #Fabel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *