Beauty and The Beast, Siapa Beruntung?

Spread the love

Pernah lihat film “Beauty and The Beast”? Terserah mau film yang versi kartun tahun 1997 atau film yang sekarang sedang beredar di tahun 2017 ini. Intinya sama saja. Kisah seorang pria yang buruk rupa, akhirnya dapat menikah dengan seorang putri yang cantik jelita. Selain film tersebut, “Shrek” tahun 2010, memiliki tema yang hampir sama. Seorang putri kerajaan yang cantik, jatuh cinta dan menikah dengan sebangsa ogre yang berbentuk raksasa berkulit hijau dan bertelinga terompet.

Bagi Anda yang menonton film-film tersebut mungkin akan berkata, “Wow betapa beruntungnya pria tersebut. Pria buruk rupa, dapat menikah dengan putri cantik jelita dan kaya raya putri seorang raja.” Anda juga mungkin berkata: “Ini pasti sihir yang nyata”, “Ah bagi si The Beast ini pasti mukjizat, tapi bagi si Beauty ini pasti musibah.” Sering dengar kan kalimat candaan tersebut?

Ketahuilah wahai teman. Saat seseorang memilih seseorang sebagai pasangannya, tidak boleh terlontar kalimat, “Kamu beruntung mendapatkanku.” Helllloooooo… Kalau salah satu dikatakan beruntung, apakah berarti yang lainnya merasa sial atau rugi? Seharusnya keduanya sama-sama beruntung karena Tuhan mempertemukan keduanya dan mendapatkan kebahagiaan. Walaupun Si Beauty awalnya banyak member fans clubnya, dan akhirnya Si The Beast yang mendapatkan cintanya, bukan berarti The Beast saja yang beruntung, tetapi Si Beauty pun harus merasa beruntung mendapatkan The Beast sebagai sebuah anugrah dalam hidupnya. Bila tidak, berarti Si Beauty hanya melihat cinta dan hubungan sebagai komoditi untung rugi dan transaksional semata.

“Masalah buat Loe?” tanya Si Beauty sambil nonjok mata kanan yang nulis. 😀 😀 😀

#BeautyAndTheBeast #Romantika #CintaUntungRugi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *