Anak Anjing dan Kambing Jantan

Spread the love

“Ghuk… Ghuk… Ghuk…” Seekor anjing muda menggonggong dengan kerasnya. Rupanya dia marah pada seekor kambing yang berjalan melintas di depannyaa.

“Awas.. Awas…” Teriak ayam, kambing dan sapi memperingatkan. Namun si kambing cuek saja dengan gonggongan tersebut, sambil nyengir dan berlalu.

Suasana peternakan pun menjadi heboh dengan kasak kusuk. Mereka heran mengapa anjing yang dulu kecilnya lucu dan jinak menjadi beringas. Pak Tani pemilik anjing tersebut juga tidak menyadarinya kalau anak anjing penjaganya berubah sifat.

“Bing, kenapa kok si anak anjing yang dulu menjadi teman bermainmu, kini malah menjadi seperti memusuhimu?” Tanya ayam petelor yang biasanya lebih suka diam saja. Kambing yang biasanya banyak bercerita, kali ini hanya tersenyum menyimak pertanyaan dari ayam petelor.

“Iya Bing. Si anak anjing itu kan dulu teman bermainmu dan kalian tampak akrab sekali ” kata ayam jantan mencoba mengingatkan masa lalu si kambing saat masih berteman dengan si anak anjing.

“Hehehe… Iya. Itu dulu. Ceritanya, dia saat mandi di sungai dan kepalanya terantuk batu. Jadilah dia anjing pemarah,” jawab si kambing mencoba mengalihkan pertanyaan teman-temannya.

“Oooook… Qiqiqi… ” Teriak si sapi yang dari tadi sibuk memamahbiak. “Kalau dasarnya anjing ya tetap anjing. Mana ada anjing penjaga pertanian ini yang tidak galak. Kecilnya saja dia tampak lucu. Kalau sudah besar ya watak aslinya ya begitu… Oooooo….” kata sapi sambil terus memamahbiak.

“Sapi ada benarnya juga. Saya dulu memang pernah mengajari dia untuk menjadi anjing yang santun dan tidak menggonggong, tapi ya begitu hasilnya.”

“Lah kalau berhasil, bisa-bisa si anjing bukannya menggonggong, malah mengembik,” kata sapi menimpali penjelasan si kambing. Seisi kandang tertawa mendengar celetukan sapi. Si kambing hanya bisa ikut tertawa.

“Iya benar juga. Sekali anjing ya tetap anjing, ghak akan mengembik seperti kambing.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *