Guru Spiritual, Pentingkah?

Spread the love

Selain guru ngaji, guru silat, guru sekolah dan guru besar, ada juga yang disebut guru spiritual. Guru spiritual adalah sesesorang yang memiliki ilmu dan kemampuan lebih secara spiritual (batin), memiliki karomah (keajaiban) bahkan dapat mengetahui hal yang ghoib dan mampu menuntun murid-muridnya ke jalan yang benar dalam lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Itu kira-kira definisi yang saya rumuskan.

Dalam tradisi sufisme dan implementasinya pada dunia tarekat, mursyid adalah guru pembimbing sekaigus guru spiritual bagi murid-muridnya. Apa yang diajarkan dan diperintahkan oleh seorang mursyid, para murid sangat percaya bahwa itu adalah jalan yang harus dilakukan walau terkadang tidak masuk akal. Murid terhadap mursyidnya harus sami’na wa atho’na (dengar dan taati) kalau boleh dibilang taklid buta. Jangan heran bila dalam riyadhoh (latihan+ujian), semua perintah guru akan diikuti tanpa berpikir sebagaimana normalnya. Misal saat guru akan melatih keikhlasan dan kesabaran, bila guru meminta semua harta bahkan istrinya, maka si murid akan mengikutinya. Bagaimana dengan Anda? Mau? 🙂

Namun mencari guru spiritual juga harus lah hati-hati. Banyak orang mengaku sakti mandraguna, punya karomah dan mengetahui alam ghoib, namun ternyata tidak lebih dari sekedar ilmu perdukunan, panormal, orang pinter yang dibungkus dengan label ustadz, kyai, syech, ajengan dan tuan guru. Salah-salah berguru, yang Anda temui malah Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang punya ribuan murid atau santri, namun ternyata dia cuman seorang penipu dan pembunuh murid-muridnya sendiri. Mau belajar ilmu menggandakan uang? Bekerja saja lah dengan cara yang halal, jangan mau dibohongi dengan mencari kekayaan lewat bank goib. Salah jalan malah ilmu pesugihan dan tumbal keluarga yang didapat.

Apa perlunya mengikuti guru spiritual? Pernah terlintas juga untuk mencari guru mursyid dengan mengikuti salah satu tarekat agar jalan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan bisa lebih terarah dan istiqomah. Namun sampai sekarang, saya masih senang belajar dari siapapun. Sehingga guru saya bisa Buya Yahya lewat Youtube, walau beliau tidak kenal saya dan tidak mentasbihkan saya sebagai murid beliau. Bisa juga tukang tambal ban dan seorang nenek sepuh yang saya temui saat menyeberangi selat Madura dengan kapal ferry. Nasihat dan pengalaman hidup mereka adalah pelajaran bagi saya.

Apa bahayanya bila salah dalam mencari guru spiritual? Banyak. Bila salah guru, salah ilmu, bukannya jalan lurus dan terang yang Anda dapat, malah jalan sesat dan kelam. Kebahagiaan di dunia tidak didapat, sengsara di akhirat sudah pasti. Berikut contoh kasusnya.

Seorang teman tidak juga menikah walau usianya sudah hampir 40 tahun. Usut punya usut, ternyata karena dia begitu percaya dan terikat hidupnya pada si guru spiritual. Setiap kali dia menemukan gadis yang cocok, dia akan berkonsultasi dan menanyakannya kepada guru spiritualnya. Kemudian guru spiritualnya akan melakukan proses penerawangan untuk melihat kecocokan secara batin dan melihat prospek kebahagiaan di masa yang akan datang. Dalam hal ini, guru spiritual sudah bertindak sebagai psikolog yang melihat kepribadian si calon sekaligus sebagai peramal masa depan. Sampai saat ini, semua gadis yang ditnayakan ke si guru spiritual tidak ada satupun yang cocok. Jadilah dia jomblo hingga saat ini. Celakanya, guru spiritualnya juga jomblo karena belum menemukan yang cocok dengan metode penerawangan yang sama.

Kasus lain, seorang pria yang saya tahu juga memiliki guru spiritual. Ketergantungannya pada guru spiritualnya termasuk akud. Selain menerawang calon istrinya cocok apa tidak, dia juga menanyakan kenapa mantannya lebih memilih orang lain daripada dia. Tentu saja guru spiritual ala dukun ini langsung menjawab kalau mantannya itu telah dipelet dan diguna-guna. Menurut guru spiritualnya, pria yang menggaet mantannya ini juga punya guru spiritual yang ilmunya tinggi. Mboh tah la. Saya sendiri tidak paham dunia klenik yang begini. Mereka seperti dunia fiksi dan boleh mengarang bebas. Celakanya si murid percaya. Lucunya lagi, si pria ini selalu berkonsultasi dengan guru spiritualnya untuk urusan pribadi maupun bisnis. Mulai dari kapan waktu yang tepat untuk membuka usaha, boleh tidak berkunjung ke suatu tempat hingga hal-hal pribadi yang sebenarnya bisa diputuskan sendiri. Kalau gurunya bilang, “Jangan bahaya,” maka dia pun menurut saja. Apa imbal baliknya? Tentu saja si murid harus terus memberikan donasi ke gurunya.

Apa akibatnya dalam rumah tangga? Cukup tragis. Guru spiritual yang ternyata dukun alias paranormal, bukannya membuat kehidupan keluarga menjadi lebih mudah, bahkan lebih suram. Dua orang teman di kampung yang menceraikan suaminya, ternyata karena mantan istrinya sudah begitu marah dengan perilaku suaminya yang bergantung kepada guru spiritual yang perilakunya lebih kepada perdukunan.

Siapa pengikut guru spiritual? Sebagian orang yang sadar bahwa dia membutuhkan teman, guru dan pembimbing untuk menjalani hidup dengan baik dan benar sesuai tuntunan Tuhan. Namum tidak kalah banyak juga dari kalangan menengan ke bawah bawah lagi, untuk mendapatkan keberkahan dan jalan agar bisa hidup kaya dan rejekinya lebih baik. Cuman yang membuat saya prihatin, mereka salah niat dan salah memilih guru spiritual, akibatnya hidupnya semakim sengsara, dan uangnya juga habis kembang kempis karena menuruti ritual yang ditentukan oleh guru spiritualnya.

Ah saya sih mau yang biasa-biasa saja. Terus belajar pada siapa saja. Berkumpul dengan orang-orang sholeh yang sesuai antara ilmu, ucapan dan amalannya, serta yang akhlaknya meniru Rasulullah.

Semoga Allah memberikan rahmat dan Hidayahnya untuk sampai pada akhir kehidupan dunia dengan husnul khotimah.

#GuruSpiritual #Sufisme #Dukun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *