Mengapa Harus Belajar Sejarah

Spread the love

Suatu hari sebuah rumah terbakar hebat. Di dalamnya terdapat seorang anak gadis dan kedua orang tuanya. Si ayah dan gadis tersebut dapat keluar dengan selamat. Sementara si ibu masih terjebak di dalam rumah tersebut.

Saat si gadis berteriak histeris karena ibunya masih di dalam rumah, seorang pria menerobos masuk ke rumah yang terbakar tersebut dan keluar kembali dengan menggendong ibu gadis tersebut. Si ibu selamat, namun si penyelamat yang ternyata seorang pria muda, mengalami luka bakar pada tangan dan sebagian wajahnya.

Semua orang bersorak gembira dan bersyukur saat mengetahui si ibu selamat dan tidak ada korban jiwa, walau rumahnya habis terbakar beserta seekor kucing dan ayam peliharaannya. Sementara si pemuda langsung mendapatkan perawatan medis atas luka bakarnya.

Berikutnya, si pemuda telah menjadi icon kepahlawanan di desanya, karena keberanian dan semangat rela berkorban untuk menyelamatkan orang lain. Atas jasanya, kepala desa mengangkatnya sebagai kepala dukuh dan juga menikahi gadis yang ibunya telah diselamatkan.

SEJARAH desa tersebut mencatat, ada seorang pemuda pemberani yang rela mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain.

————–#4#————–
Sebuah percakapan terdengar dari sebuah rumah sederhana.
“Suruh anak kita untuk mendekati Tina. Dia anak tunggal dan orang tuanya kaya raya. Kalau Tono berhasil menikahi Tina, kita akan ikut sejahtera, Pak.”

“Aku setuju saja Bukne. Toh Tono juga ganteng seperti Bapaknya. Gampang lah bagi dia untuk mendekati Tina.”

“Hahaha. Bapak sih cuman modal ganteng saja, tapi tidak pintar cari duit.”

“Hush… Diam!”

————#3#————-

“Kalau Mas Tono serius, segara saja menghadap Bapak ya. Tina yakin Mas Tono akan menjadi imam yang baik dan bertanggung jawab.

————–#2#————–

“Berani-beraninya kamu melamar anakku! Kamu itu siapa? Kamu itu siapa!” Bentak Pak Sastro Singodimejo sambil menghajar Tono dengan sebuah pukulan jurus silat Cimande.

“Pergi sana. Jangan pernah mimpi dapat menikahi anak saya. Kamu dan orang tuamu sama saja. Cuman sampah!”

———#1#———-

“Bedebah! Kurang ajar si Sastro itu menghina kita. Awas kita lihat siapa yang akan menang dan tertawa di akhir,” kata Pak Dirgo sambil mengepalkan tangannya.

“Sudah lah Pak. Bapak kan memang selalu kalah kalau sama Sastro. Menangnya cuman dapat aku saja dulu,” Bu Genuk tertawa menyeringai saat mengenang persaingan masa lalu antara Sastro dan Dirgo.

“Tono, kamu harus jalankan siasat Bapak! Besok malam, kamu bakar rumahnya. Terus kamu datang untuk memadamkan apinya.”

##################

1. Sejarah ditulis oleh pemenang.
2. Sebuah sejarah terkadang hanya kumpulan kepingan puzzel yang harus dirangkai menjadi gambar utuh.
3. Perlu keikhlasan dan kesabaran untuk mengumpulkan kepingan dan menunggunya sampai utuh.
4. Tetap kritis dan cerdas dalam menyikapi sebuah peristiwa.

#BelajarSejarah #Fiksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *