Tamu Menembus Tembok Rumah

Spread the love

Apa yang Anda pikirkan saat jam 10-11 malam, seseorang yang mungkin Anda kenal mengetuk pintu rumah Anda untuk bertamu dan mengajak Anda mengobrol? Sebagian mungkin oke saja kalau dia saudara, teman akrab atau tetangga dengan keperluan penting dan mendesak. Sebagian lagi akan berfikir tergantung dari tempatnya, di desa atau di kota tentu berbeda kebiasaan dan budayanya. Namun secara umum, bertamu melebihi jam 9 malam, akan dianggap tidak tahu etika.

Bagaimana bila seseorang diam-diam bertamu hanya untuk menemui istri Anda, putri Anda larut malam dan Anda tidak tahu. Atau justru, mungkin Anda sendiri yang bertamu ke rumah orang lain, menemui istri seseorang tanpa suaminya tahu atau menemui anak gadis seseorang tanpa orang tuanya tahu. Loh bagaimana bisa?

Tanpa kita sadari, media komunikasi seperti handphone dengan berbagai aplikasinya seperti WA, Telegram, Line, dan lain-lain. Media-media tersebut telah membantu kita bertamu dengan menembus tembok rumah kita dan orang yang kita datangi.

Bila Rasulullah melarang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya untuk berkhalwat atau berduaan alias mojok, maka berkhalwat tidak selalu berarti mereka berdua berada pada ruangan yang sama, remang-remang dan tertutup. Chatting dengan WA bahkan vicon pun, bisa menjadi jalan untuk berkhalwat. Bayangkan seorang pria bisa masuk ke rumah seseorang jam 12 malam dan dia bisa bercakap-cakap dan melihat penghuni rumah, walau fisiknya masih di rumahnya. Tanpa disadari, ternyata kita pernah bertamu lebih dari jam untuk bertamu, dengan menembus tembok.

Lalu, apakah tidak boleh chatting, vicon atau telpon malam-malam? Bisa boleh juga bisa tidak. Sehari ada 24 jam. Tentu ada waktunya untuk bersosialisasi, ada waktunya untuk kehidupan privasi. Kecuali kalau Anda memilih hidup bebas seperti Call Center 123 PLN, yang bisa dihubungi kapan pun 24 jam.

Selanjutnya, terserah Anda untuk menentukan batasan bertamu dan berkomunikasi. 🙂

#EtikaKomunikasi #AturanPergaulan

1 thought on “Tamu Menembus Tembok Rumah

  1. Pingback: WhatsApp dan Perubahan Gaya Komunikasi - ACHMAD CHOIRON

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *