Taubat Sebelum Terlambat

Spread the love

Seorang teman baru saja mengingatkan bahwa kita tidak akan selama-lamanya hidup di dunia ini. Dia juga mengingatkan untuk bertanya pada diri sendiri, “Apa yang kau cari dalam hidup ini? Apa misimu selama hidup di dunia ini, sampai nanti dipanggil pulang kembali?” Dia mengingatkanku dengan kematiannya sendiri, saat kami berbaris untuk melaksanakan sholat jenasah.

Semua yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Sedangkan waktu dan cara bagaimana kematian itu datang, adalah rahasia Allah. Kita tidak pernah mengetahuinya.

Lalu apa pentingnya pekerjaan kita, teman-teman kita, istri-istri kita, anak-anak kita dan seluruh harta kita? Entahlah. Yang jelas setelah kematian, terputus semua amal kecuali 3 perkara, yaitu: Shodaqoh jariyah, Ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang sholeh. Sudahkah kita menafkahkan harta di jalan Allah? Sudahkah kita menyebarkan ilmu yang membawa manfaat bagi banyak orang? Sudahkah kita mendidik anak-anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholelah? Rasanya masih belum, belum dan belum cukup.

Terakhir, saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada Anda. Selagi ada waktu untuk bertaubat, memohon ampun kepada Allah, agar diampuni dosa-dosa kita dan diterima amal ibadah kita. Sehingga suatu saat nanti, kita juga diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah (Akhir yang baik).
Sebagai penutup, quote dari Abu Bakar As-Shiddiq perlu menjadi pengingat kita juga.

“It is bad for a young man to sin; but it is worse for an old man to sin.”

#Kematian #TaubatSebelumTerlambat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *