Wisuda Periode Genap 2016/2017

Spread the love

Kemarin Unitomo mewisuda 669 orang untuk periode genap 2016/2017. Dari jumlah tersebut, 36 wisudawan berasal dari Fakultas Teknik. SELAMAT DAN SUKSES UNTUK KALIAN SEMUA.

Bagi sebagian orang, acara wisuda hanya seremonial kelulusan biasa. Tidak dianggap sebagai sesuatu yang spesial dan membanggakan serta wajib dirayakan bersama keluarga. Biasanya dia akan datang di acara wisuda hanya sendirian sebagai gugur kewajiban karena sudah membayar cukup mahal. Namun ada juga yang justru tidak hadir, karena menganggap yang penting ilmu dan ijasahnya, bukan acara wisudanya. Bagi mereka, wisuda hanya acara seremonial yang tidak penting dan bernilai. Benarkah?

Saat acara wisuda kemarin, saya berjumpa dengan banyak orang dari bagian lainnya. Saat wisuda, mereka tidak hanya datang sendiri, tetapi bersama keluarga besarnya. Tidak hanya ayah, ibu, kakak dan adiknya, tetapi sampai kakek, nenek, paman dan bibinya juga turut datang, walau tidak bisa masuk ke dalam ruangan.

Bagi sebagian besar orang, pendidikan tinggi adalah investasi yang mahal, bahkan mahal sekali sampai memeras keringat, menjual kerbau dan kambing bahkan sawah warisan keluarga, agar anaknya yang kuliah di perantauan bisa sukses menjadi sarjana. Pada akhirnya berharap, martabat dan kesejahteraan keluarga bisa juga terangkat naik.

Itu mengapa pada acara wisuda kemarin, mereka merayakannya sebagai acara suka cita, karena bagi mereka wisuda tersebut bukan kemenangan dan pemcapaian satu orang saja, tetapi seluruh keluarga besar bahkan sampai menjadi kebanggaan kampung mereka yang berada jauh di plosok pedalaman, di mana listrik saja tidak sampai ke kampung mereka.

Saya lihat banyak bapak-bapak entah orang tua atau paman dan kakek wisudawan, berpakain lengkap dengan jas dan dasinya atau pakaian terbaik mereka. Demikian juga dengan ibu-ibunya yang berpakaian kebaya lengkap dengan sanggulnya, menunjukkan betapa melihat momentum wisuda sebagai sesuatu yang berharga.

Ada hal yang membuat saya terenyuh. Saat keluar berjalan dalam barisan prosesi, di luar ruangan acara, berbaris orang-orang dengan kulit gelap dan rambut keriting khas orang dari timur dari orang lannut usia sampai anak-anak berseragam batik. Jumlahnya lebih dari 20 orang. Pak Rektor seketika berhenti dan menyapa mereka yang ternyata menghantarkan putri mereka yang diwisuda. Mereka berasal dari Maumere.

Sungguh, kehadiran mereka membuat saya tergetar. Betapa berharganya pendidikan tinggi bagi mereka sampai ribuan kilo, satu keluarga datang di acara wisuda, sementara bagi sebagian wisudawan enggan mengajak keluarganya sendiri.

Muncul juga pertanyaan dalam diri saya, apakah yang mereka bayarkan dan perjuangkan, sudah sesuai dengan yang mereka terima? Apakah kami sebagai dosen dan pengelola kampus, sudah semaksimal mungkin membekali wisudawan agar kompeten sebagai sarjana? Apakah semua dosen telah berusaha yang sebaik mungkin agar harapan mahasiswa, orang tua bahkan kampung mereka, untuk memberikan pendidikan terbaik hingga mereka lulus. Catat! Hingga mahasiswa lulus dan menjadi sarjana.

Sungguh, beruntung bagi Anda yang punya kesempatan untuk bisa mendapatkan pendidikan tinggi. Karena pendidikan tinggi adalah investasi yang mahal namun tepat untuk meningkatkan harkat dan martabat keluarga. Namun akan jauh sangat beruntung, bila Anda yang telah kuliah bisa berjuang sampai akhir dan lulus serta diwisuda.

Segeralah lulus kuliah. Agar investasi mahal selama ini tidak sia-sia dan tentu saja menunaikan tanggungjawab Anda kepada orang tua dan menjadi kebanggaan mereka. Bila lulus itu tidak untuk diri Anda, tetapkan tekad lulus untuk orang tua Anda atau untuk motivasi anak-anak Anda nanti.

Mahasiswaku, kapan Anda mau lulus? Maksimal 14 semester dan DO.

Suasana Wisuda di Gedung
Suasana Wisuda di Gedung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *