UML – Use Case Driven Object – Iconix Process #2 Tutorial

Spread the love
  • 21
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    21
    Shares

Kali ini kita membahas salah satu metode yang terdapat dalam UML, yaitu Use Case Driven Object.

Use case driven object berarti menggunakan use case untuk mendorong untuk mengerjakan pembangunan atau pembuatan perangkat lunak (software), mulai dari pengumpulan awal dan penentuan kebutuhan sampai proses pembuatan program.

Pemilihan metode ini dilakukan karena use case sangat sesuai untuk meng identifikasi kebutuhan serta melakukan analisa, desain, dan implementasi.

Iconix bukanlah sebuah metode, tetapi alur proses dari metode use case driven object. Proses berawal dari pendefinisian kebutuhan sistem secara spesifik. Identifikasi kebutuhan sistem hanya dapat diperoleh dengan cara komunikasi yang inten  dengan stake holder.

Iconix Proses
Iconix Proses

Diagram Iconix Process

Pada ICONIX process terdapat dua model yaitu model dynamic yang mendefinisikan behavior dan model static yang mendefinisikan struktur

Langkah-langkah yang dilakukan pada ICONIX process, antara lain  (Rosenberg, 2007)

  • Requirement Analysis
  1. Mengumpulkan informasi tentang sistem yang akan dibangun, salah satunya dengan membuat daftar requirement (high-level requirement).
  2. Mengidentifikasi domain object pada dunia nyata beserta relasi generalisasi dan agregasi diantara objek-objek tersebut. Kemudian membuat high-level class diagram atau domain model guna menghindari adanya keambiguan penggunaan istilah.
  3. Membuat GUIprototyping dari sistem yang diusulkan.
  4. Mengidentifikasi use case dengan menggunakan use case  Hal ini dilakukan berdasarkan domain model dan GUI prototyping. Kemudian mengalokasikan functional requirement pada use case dan domain object. Hal ini dilakukan dengan mendeskripsikan basic course dan alternate course dari tiap use case (use case text). Basic course mempresentasikan mainstream, sedangkan alternate course merupakan jalur yang jarang digunakan (less frequently path) dan jalur untuk kondisi error.
  5. Mengorganisir use case ke dalam grup, dan meng-capture informasi ini ke dalam package 
  6. Melakukan Requirement Review (Milestone 1).
  • Analysis/Preliminary Design
  1. Melakukan robustness analysis untuk setiap use case, dengan cara :    memastikan bahwa tidak terdapat keambiguan pada use case text,mengidentifikasi first cut dari objek yang menyelesaikan setiap skenario, dan     meng-update domain model jika ditemukan objek atau atribut yang baru.
  2. Menyelesaikan update pada analysis-level class 
  3. Melakukan Preliminary Design Review (Milestone 2).
  • Detailed Design
  1. Membagi domain model ke dalam class diagram sebanyak yang dibutuhkan.
  2. Mengalokasikan behavior dengan cara menggambar sequence diagram untuk setiap use case, dengan cara:  membangkitkan kerangka sequence diagram berdasarkan boundary dan entity objek pada robustness diagram;  mengidentifikasi message yang perlu di-pass antara objek, objek, dan metode asosiasi yang perlu di- Menggambarkan sequence diagramnya beserta use case text di sebelah kiri dan informasi desain pada sebelah kanan; meng-update class diagram dengan atribut dan operasi yang baru; dan membangkitkan sebagian unit test untuk semua controller yang terdapat pada robustness diagram.
  3. Memperbaharui static model dengan menambahkan informasi detailed design.
  4. Melakukan review pada desain untuk memastikan bahwa desain telah memenuhi semua requirement melalui Critical Design Review (Milestone 3).
  • Implementation
  1. Membangkitkan domain classes.
  2. Melakukan coding dan testing untuk setiap controller pada robustness diagram, dengan cara :   menuliskan source code,mengimplemetasikan unit test, dan menjalankan.
  3. Melakukan system dan user-acceptance testing berdasarkan use case dengan teknik black-box test case.
  4. Melakukan Delivery (Milestone 4)

Santai dulu … silahkan rebus air 200 ml, ambil gelas, masukkan gula pasir sesuai selera, jangan lupa masukkan bubuk kopi dan tuangkan air yang direbus tadi setelah mendidih kedalam gelas yang telah terisi gula pasir dan bubuk kopi, aduk secara merata.

Kopi Hitam siap saji. Ambil sebatang rokok, nyalakan dan nikmati dulu selagi sempat dan bisa.

Pembahasan selanjutnya : Tahapan Iconix Process dalam Use Case Driven Object.

http://blog.unitomo.ac.id/lambang/2017/12/07/1-uml-unified-modeling-language/

http://blog.unitomo.ac.id/lambang/2017/12/13/uml-iconix-process-3-tutorial/

  •  
    21
    Shares
  • 21
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

2 thoughts on “UML – Use Case Driven Object – Iconix Process #2 Tutorial”

Comments are closed.