Change your mind and change your life

“Bu  Mei, saya diminta mas Rossi Raharjo untuk wawancara ibu terkait import garam” pinta seseorang diseberang telpon. “Mas nanti ya karena saya sedang ada tamu dari Singapore, nanti saya telpon balik” jawab saya. “Baik bu terima kasih” sahutnya.

Mengawal sebuah kegiatan di kampus Unitomo dengan mendatangkan beberapa tokoh seperti LTM Ben (Coach/Motivator K18 Singapore), Bapak Mohadi, MM (Kepala Balai diklat Industri surabaya), ibu Hj Farida Ariyani (Perwira) adalah sebuah pekerjaan yang menyenangkan. Hal ini karena dekatnya pertemanan yang merupakan jaringan dalam pengembangan diri serta bermanfaat untuk lembaga. Peserta tak hanya mendapat sertifikat tetapi juga materi2 motivasi untuk berani masuk dalam industri global, juga kerjasama dengan BDIS untuk mengirimkan peserta pelatihan yang selanjutnya di tempatkan bekerja. Satu tokoh wanita dari perkumpulan wanita wirausaha Indonesia Jatim yaitu ibu ketua Hj Farida yang selalu siap bersinergi dengan para akademisi baik dalam kemitraan penelitian maupun pendampingan kewirausahaan. Hulu dan hilir rasanya klop ditambah kepuasan dengan banyaknya peserta audiens.

Kembali ke wawancara wartawannya mas Rossi dari kabar Madura…. LUPA!!! Sesampai dirumah di telpon lagi dengan mas wartawannya. Ingin wawancara tentang impor garam, langsung naiklah darah ini mengingat baru saja teriak-teriak tentang impor beras di masa panen raya. Apalagi data-data yang dipakai tidak ada yang akurat semacam permainan saja, padahal penyakit ini praktis tiap tahun terjadi. Sekali lagi seperti permainan…. mas wartawan jadi sasaran emosi dalam mengomentari kebijakan import. Namun di akhir tanya jawab “maaf ya mas, saya jadi emosi”

Talkshow “Bersama PERWIRA Mencetak Kemandirian Anak Bangsa dan Mengangkat Potensi Wisata”

 

“Bersama perwira mencetak kemandirian anak bangsa dan mengangkat potensi wisata”

https://youtu.be/T2zEll2pIH4

Hari ini dipercaya Organisasi Perkumpulan Perempuan wirausaha (Perwira) untuk sharing mengenai topik yg merupakan bagian dari kualitas sebuah bangsa. Acara ini di persembahkan oleh Bang Wetan Festival di Exhibition Hall, Grand City, Surabaya pada hari Sabtu 27 Januari 2018.

Kegiatan ini adalah kegiatan nyata dari insan-insan peduli bangsa. Bagaimana tidak, wanita-wanita ini begitu semangat hadir dari beberapa daerah di jatim (Gresik, Lamongan, Bangkalan, Sidoarjo dll) untuk turut menyaksikan acara talkshow dan meramaikan stand batik+aksesori Perwira dalam pameran batik yang diselenggarakan Bang Wetan.

Menggunakan costume by Sari Ronche yang terkenal dengan bordiran spesialnya, saya mulai bicara tentang tantangan perguruan tinggi dalam menciptkan lulusan yang unggul. Unggul yang bagaimana? Mengantongi ijasah dan selesai semuanya? Tragis memang jika kita melihat fenomena bahwa seorang insinyur tidak jauh lebih expert dari seorang tukang bangunan dalam hal penerapan ilmu di lapangan. Sehingga peran perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja adalah tantangannya. Ini yang kita sebut dengan kemandirian anak bangsa!!!

Sinergi dengan program Perwira dalam mengurangi pengangguran dan pengentasan kemiskinan dengan penandatanganan kerjasama bersama Badan diklat industri Surabaya untuk mengirimkan para pencari kerja untuk mengikuti program 3 in 1, yakni Dilatih, Diuji dan di salurkan. Perwira di target memasukkan tenaga kerja sebanyak 20.000 selama masa kontrak 5 tahun. Nyata!!! Tak hanya nyata dalam wacana-wacana tetapi juga nyata dalam pergerakan peningkatan kualitas anak bangsa.

  • Dilatih, para pengagguran usia produktif di latih bidang garmen dan elektronik.
  • Diuji, untuk diberikan sertifikat kompetensi dari BNSP dan Badan diklat Industri.
  • DIsalurkan, langsung dikirim ke Sritex Solo untuk produksi baju expor.

Saya juga share mengenai kunjungan ke badan diklat industri Surabaya, Perwira hadir untuk penandatangan MoU dan memberikan motivasi kepada para peserta diklat disana. Hal menarik adalah ketika melihat kamar-kamar asrama bangunan baru, bersih  dan ber AC !! Enak banget gak sih? akomodasi di tanggung, diklat gratis, makan gratis diberi sertifikat dari lembaga kompeten dan juga di salurkan bekerja. Belum selesai, di beri uang saku dibulan pertama kerja!

Kerja nyata Perwira dalam mencetak kemandirian anak bangsa!!

Saya tidak sendiri, bersama dengan ibu Hj Farida Iriyani (Ketua Perwira JAtim) yang memberikan materi tentang pariwisata dengan program-program promosi Perwira dalam mengangkat wisata daerah.

Hingga akhir acara dibagikan 6 goodie bag untuk peserta yang bertanya. Ada yang menarik, ketika yang bertanya ada seorang gadis muda cantik dan terakhir diketahui seorang mahasiswi Universitas Airlangga, ternyata 1 almamater dengan saya. Pertanyaannya adalah, “Apakah program Perwira sudah di share ke media sosial?’ Ah generasi Milenial, untungnya saya mengikuti perkembangan media. Dengan lantang saya jawa “Sure”!!!

 

 

Jasa dan Perdagangan Online dalam Pencapaian SDGs

Indonesia termasuk dari satu negara yang ikut menandatangani SDGs. Ada 17 target Yg harus dicapai oleh dunia pada tahun 2030 sbagai masa akhir SDGs. Bagi Indonesia SDG’s merupakan pedoman untuk mengukur tingkat keberhasilan pembangunan di dalam negeri dan tolok ukur tingkat pergaulan di dunia global. Salah satu perkembangan global yang sangat penting adalah cepatnya laju perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang lebih dikenal dengan internet. Trend yang berkembang saat ini dan dimasa yang akan datang adalah serba internet. Penjualan jasa dan barang hampir seluruhnya sudah Menggunakan internet. Tulisan berikut akan membahas jasa dan perdagangan online dalam pencapaian target SDGs.

Perdagangan online

Ada perdebatan menarik dalam satu bulan ini berkaitan dengan daya beli masyarakat. Data pemerintah menunjukkan ada peningkatan daya beli masyarakat. Hal ini ditunjukkan oleh data BPS yang menggambarkan peningkatan tersebut. Pidato Presiden Jokowi (4/10) menggambarkan bahwa daya beli masyarakat stabil. Beberapa indikator seperti perdagangan yang tumbuh sekitar 18,7%, industri naik 16,36%, pertanian naik 23% dibanding tahun lalu. Jasa perusahaan di bidang sewa gudang meningkat 14,7%.

Salah satu indikator yang mengukur daya beli masyarakat adalah konsumsi rumah tangga. Sektor ini memang menjadi tumpuan utama dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut Data BPS, konsumsi rumah tangga kuartal II tahun ini mencapai 4,95%, meskipun hanya naik tipis dibandingkan kuartal sebelumnya yang pertumbuhannya 4,94%.

Sementara menurut kajian indef (JP, 30/10) ada penurunan daya beli masyarakat dan persoalan perpolitikan nasional. Penurunan daya beli masyarakat ini mempengaruhi pendapatan gerai konvensional. Benarkah ada korelasi antara daya beli masyarakat dengan menurunnya pendapat gerai konvensional, bahkan tutupnya gerai2 besar ritel di Indonesia ?

Jika diamati lebih dalam, fenomena tersebut tidak berhubungan langsung. Fenomena tersebut membuktikan perilaku konsumtif masyarakat beralih dari beli kebutuhan secara langsung mejadi online. Perdagangan online mulai mengancam perdagangan manual dan lambat laun akan menggerusnya. Perubahan perilaku masyarakat ini mengharuskan pemerintah selaku pemegang regulasi juga perlu berubah. Kebijakan dan tata niaga perdagangan harus mampu menyeimbangkan dan bersifat adil terhadap semua bentuk dan jenis perdagangan. Begitu juga bagi pedagang konvensional perlu mengembangkan dual strategi, yaitu mulai merambah bisnis online dan dengan tetap mempertahankan gerai konvensionalnya.

Keunggulan perdagangan online adalah efisiensi. Sedangkan gerai konvensional tergolong inefiseinsi karena harus mengurus ijin, mengeluarkan overhead, membayar pajak dan tetek bengek lainnya. Pemerintah harus mengambil inisitaif untuk mengajak duduk bersama seluruh steakholders perdagangan dan mengutamakan perlindungan konsumen. Peran strategis ini perlu segera dijalankan agar gairah perdagangan di Indonesia semakin meningkat dan hubungan antarpelaku usaha menjadi harmonis. Para pebisnis, baik konvensional maupun online, bisa meraup keuntungan yang berlimpah, dan masyarakat selaku konsumen mendapatkan barang kebutuhan dengan baik, nyaman dan terjangkau.

Jasa Transportasi online

Agak berbeda dengan perdagangan online yang mampu diseimbangkan pemerintah. Jasa transportasi online agak kedodoran. Munculnya jasa transportasi online diberbagai daerah, bak jamur di musim hujan, tidak hanya merubah perilaku konsumen tetapi telah menimbulkan konflik horizontal di masyarakat. Pengaturan yang dilakukan oleh pemerintah dirasa terlambat. Demo para supir konvensional terjadi dimana mana dan ekskalasinya semakin meningkat. Protes yang dilakukan oleh supir konvensional disebabkan karena kalah bersaing dengan online. Akibatnya pendapatan mereka jauh berkurang dan tidak mampu memenuhi target dan sangsi PHK di depan mata.

Pemerintah telah menetapkan sekian banyak kewajiban kepada jasa transportasi konvensional, sementara jasa transportasi online tak mampu disentuh oleh regulasi pemerintah. Bahkan, image yang terjadi pemerintah membiarkan jasa transportasi online merajalela tanpa aturan. Akibatnya, jasa transportasi konvensional melakukan hakim sendiri dengan pelarangan secara sepihak. Mereka membatasi lokasi-lokasi tertentu tidak boleh ada jasa transportasi online beroperasi. Jika ada taksi online yang nekad maka akan terjadi ketegangan bahkan perselisihan dan konflik antarsopir.

Masyarakat selaku pengguna jasa transportasi lebih memilih online karena lebih murah, mudah dan nyaman. Apalagi jalan di berbagai kota besar mulai menunjukkan kemacetan. Masyarakat mulai beralih menggunakan taksi online daripada menggunakan mobil pribadi. Para orang tua mulai terbiasa menggunakan jasa ojeg online ketika hendak menghantarkan dan menjemput anak sekolah. Sekarang, sudah menjadi kebiasaan, hal-hal yang berkenaan dengan jasa transportasi maka pilihannya adalah online.

Perkembangan jasa transportasi di Indonesia maju pesat. Sebutlah tiga pemain jasa transportasi di Indonesia, yaitu Gojek, Grab dan Uber, bersaing secara ketat dan penuh dengan inovasi setiap hari. Para pelaku usaha jasa transportasi mampu meraih keuntungan yang berlipat ganda. Masyarakatpun berbondong-bondong menjadi driver jasa transportasi online, baik sebagai mata pencaharian utama maupun sampingan. Jadi pemerintah menghadapi dua persoalan sekaligus. Pertama, bagaimana mengatur agar terjadi keseimbangan dan keadilan antara jasa transportasi konvensional dengan online. Kedua, bagaimana mengatur persaingan yang sehat antarjasa transportasi online.

Pemerintah memang telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Namun, beberapa pasal dalam Permen tersebut telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA). Ini menunjukkan bahwa peraturan yang dibuat oleh Pemerintah masih banyak mengandung kelemahan. Kemudian pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 sebagai penyempurnaan Permen yang dibatalkan Mahkamah Agung. Namun, Permen yang baru pun langsung menuai protes bagi kalangan penggiat taksi online. Karena ada beberapa keberatan, seperti pemasangan stiker berdiameter 15 cm di kaca mobil, pengenaan kode khusus pada plat noor mobil taksi online, belum jelasnya sanksi bagi pelanggar Permen ini yang diatur oleh Permen Infokom.

Pencapaian Target SDGs

Memang tidak mudah membuat aturan yang menyenangkan dan meuaskan semua pihak. Persoalan perdagngan online dan jasa transportasi online merupakan awal dari perubahan perilaku konsumtif masyarakat. Sekarang dan ke depan pemerintah akan menghadapi gelombang yang lebih besar lagi, yaitu e-comerce atau yang lebih dikenal dengan digital. Pemerintah sebagai pemegang regulasi justru bisa memanfaatkan perkembangan ekonomi digital dengan membuat regulasi yang komprehensif, agar tercipta tata niaga yang harmonis antarpelaku bisnis dan antara pelaku ekonomi digital dengan konsumen.

Momentum ini sekaligus bisa digunakan oleh pemerintah untuk mempertajam pencapaian SDGs khususnya target pertama, yaitu mengakhiri segala bentuk kemiskinan. Dengan adanya ekonomi digital, membuka kesempatan yang sangat luas bagi masyarakat untuk mempunyai pekerjaan tetap, yang pada akhirnya mempunyai income secara menjanjikan. Keberpihakan kepada ukm/ikm yang selama ini berat bersaing dengan industry besar bisa bersiang secara ketat menggunakan pendekatan ekonomi digital. Pemerintah bisa menggerakkan semua sector dan seluruh bidang untuk menjadi soko guru bagi ekonomi digital.

Disamping itu, juga mempertajam target kedelapan, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi yang terus-menerus, inklusif, dan berkelanjutan, serta kesempatan kerja penuh dan produktif dan pekerjaan  yang layak bagi semua orang. Dengan penajaman ini upaya pemerintah untuk menstabilkan dan meningkatkan perdagangan dalam negeri akan memberi dampak pada perdagangan dunia. Pemerintah terus berinisiasi untuk mendorong para pelaku ekonomi digital menjadi raja di negeri sendiri yang mampu bersaing di dunia global.

CALL FOR PAPER 19 JURNAL ONLINE UNITOMO 2018

1. Fakultas Teknik
Inform (Jurnal Ilmiah Bidang teknologi informasi dan komunikasi)
p-ISSN 2502-3470 || e-ISSN : 2581-0367
http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/inform
2x terbit, Januari dan Juli
Terindex : PKP Index, DOI, Academic Resource Index, Open Aire, Google Scholar, One Search

2. Fakultas Pertanian
Teknoboyo
p-ISSN : 2581-1908 || e-ISSN : -2597-3843
http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/tp
2x terbit, April dan Oktober
Terindex : Google Scholar, DOI
Techno-Fish
p-ISSN : 2581-1592 || e-ISSN : 2581-1665
http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/perikanan
2x terbit, Januari dan Juli
Terindex : Google Scholar, DOI

3. Fakultas Ilmu Administrasi
Manajemen Publik dan Kebijakan Sosial
p-ISSN : 2581-1231 || e-ISSN : 2597-7334
http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/negara
2x terbit, Januari dan Juli
Terindex : Google Scholar, DOI
Administrasi Bisnis dan Inovasi
p-ISSN : 2447-3883 || e-ISSN : 2581-2009
http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/niaga
2x terbit, Januari dan Juli
Terindex : Google Scholar, DOI

4. Fakultas Hukum
Lex Journal : Kajian Hukum & Keadilan
p-ISSN : 2581-2033 || e-ISSN : 2580-9113
http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/hukum
2x terbit, Juni dan Desember
Terindex : Google Scholar, DOI
Jurnal Hukum Bisnis dan Hukum Administrasi
p-ISSN : 2477-3883 || e-ISSN : 2581-2009
http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/mh
2x terbit, Juni dan Desember
Terindex : Google Scholar, DOI

5. Fakultas Sastra
Ayumi (Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra)
p-ISSN: 2406-8268 || e-ISSN : 2580-2984
http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ayumi
2x terbit, Maret dan September
Terindex : Google Scholar, DOI
Jurnal Sastra dan Budaya Dinamika
p-ISSN: 2337-8905 ||e-ISSN : 2580-7498
http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/dinamika
2x terbit, Maret dan September
Terindex : Google Scholar, DOI

6. FKIP
• Soulmath (Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika)
p-ISSN: 2337-9421 || e-ISSN : 2581-1290
http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/mipa
2x terbit, Maret dan Oktober
Terindex : Google Scholar, DOI
Fonema (Jurnal Edukasi Bahasa Indonesia dan Matematika)
p-ISSN: 2087-9253 ||e-ISSN : –
http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/pbs
2x terbit, Maret dan Oktober
Terindex : Google Scholar, DOI

7. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Develop (Jurnal Program Studi Ilmu Ekonomi Pembangunan)
p-ISSN: 2581-0774 || e-ISSN : 2580-1767 http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ep
2x terbit, Maret dan September
Terindex : PKP Index, DOI, Academic Resource Index, Google Scholar, One Search, Crossref, World cat
Sinergi (Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen), International Journal
p-ISSN: 2087-4987 || e-ISSN : 2549-0419
http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/feb
2x terbit, Maret dan September
Terindex : DOAJ, PKP Index, DOI, Academic Resource Index, Google Scholar, IPI, Harvard Library, Journal Factor, Copernicus, SIS,
Jurnal Analisa Akuntansi dan Perpajakan
p-ISSN: 2548-9283 || e-ISSN : 2548-5881
http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/akuntansi
2x terbit, Maret dan September
Terindex : Google Scholar, DOI
• Ekspektra : Jurnal Bisnis Dan Manajemen
p-ISSN: 2549-6972 || e-ISSN : 2549-3604
http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/manajemen
2x terbit, Februari dan Agustus
Terindex : DOAJ, PKP Index, DOI, Academic Resource Index, Google Scholar, One Search, Universal Impact Factor, SIS, Crossref, Copernicus, Base, World Cat, Scilit, DRJI

8. Fakultas Ilmu Komunikasi
Jurnal Kajian Media
e-ISSN : 2579-9436
http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ilkom
2x terbit, Juni dan Desember
Terindex : Base, DOI, Google Scholar, Crossref
Jurnal Komunikasi Profesional
e-ISSN : 2579-9371
http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/jkp
2x terbit, Juni dan Desember
Terindex : Base, DOI, Google Scholar, Crossref
Jurnal Studi Komunikasi (Indonesian Journal of Communications Studies)
p-ISSN: 2549-7294 || e-ISSN : 2549-7626
http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/jsk
3x terbit, Maret, Juli dan November
Terindex : DOAJ, Base, Copernicuss, Reserach Gate, Scholarsteer, PKP Index, Academic Resource Index , DOI, Google Scholar, Crossref, DRJI, One Search, Cite Factor, Journal Factor, ESJI, Harvard Library, ISJD Neo, Road, EBSCO, SIS, Journal TOCs, Mnachester 1842, University Saskatchewan, The University Of Sheffield, Western, University Leiden, Unversity Van Amstredam, Columbia University, The University of Hongkong, World Cat, IPI, Academic Search, Rero

MENAKAR KREDIBILITAS INDUSTRI LEMBAGA SURVEI

Memasuki bulan September 2017, partai politik sedang sibuk menentukan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan bertarung dalam Pilgub 2018. Salah satu indikator untuk menentukan kandidat pasanagan calon yang akan dimajukan dalam Pilgub adalah tingginya elektabilitas calon yang ditentukan melalui survey. Survey elektabilitas calon bisa dilakukan sendiri oleh partai politik atau meminta bantuan pihak lain dalam hal ini lembaga survey yang memiliki reputasi baik dan kredibiklitas tinggi. Maka sangat wajar apabila menjelang penentuan calon dan pelaksanaan pilgub, banyak lahir lembaga survey yang menawarkan jasa melakukan survey untuk kepentingan partai politik maupun personal calon kandidat. Munculnya lembaga survey ini bak jamur di musim hujan, bahkan sudah pada taraf industri lembaga survey, dimana berlaku hukum pasar ada permintaan dan ada penawaran (supply and demand). Tulisan berikut akan membahas sejauhmana kebutuhan dan kredibilitas industri lembaga survey dalam pilgub 2018.

Track record lembaga survey

Rekam jejak lembaga survey merupakan salah satu aspek untuk menentukan kredibilitas lembaga survey. Rekam jejak ini penting untuk diketahui publik agar kepercayaan kepada lemabag survey tetap terjaga. Rekam jejak lembaga survey bisa dilacak dengan mengamati sejauhmana lembaga survey meaksanakan survey dan mempublikasikan hasil survey serta kemanfaatan atau kegunaan hasil survey bagi para pengguna atau masyarakat luas serta untuk melihat kualitas dan kuantitas survey yang telah dilaksanakan oleh lembaga survey. Spesifikasi ruang lingkup survey juga menentukan rekam jejak lembaga survey, agar masyarakat tidak terjebak dalam istilah “palu gada” yang artinya “apa lu mau gue ada”, maksudnya lembaga survey yang serba bisa untuk melakukan survey apa saja. Bahkan lebih jauh lagi, meskipun ini biasanya tertutup, sumber dana survey berasal dari mana. Apakah dibiayai secara mandiri oleh lembaga survey, atau dari lembaga donor nasional dan internasional, personal, perusahaan atau usaha-usaha lain yang halal dan tidak mengikat. Sumber dana ini menjadi penting diketahui masyarakat agar kredibilitas lembaga survey terpercaya. Termasuk di dalamnya, apakah lembaga survey juga diaudit akuntan publik sehingga pertanggungjawaban laporan keuangan memenuhi unsur kebenaran, transparansi dan kehati-hatian.

Rekam jejak sebuah lembaga survey ditentukan juga oleh keberadaan manusianya, dalam hal ini adalah pengurus dan para penelitinya. Paling tidak ada dua hal yang perlu dijadikan dasar untuk menilai kredibilitas para pengelola lembaga survey, yaitu integritas dan profesionalitas. Integritas menyangkut aspek moralitas dalam perilaku sehari-hari, baik menyangkut personal maupun hubungan sosial kemasyarakatan. Adapun profesionalitas ditunjukkan dengan kedalaman dan penguasaan ilmu pengetahuan dan metodologi riset. Metodologi yang digunakan dalam survey juga akan menentukan kredibilitas proses dan hasil riset. Pertanyaan dalam kuisioner tidak boleh mengarahkan kepada pilihan-pilihan tertentu. Penentuan sampel juga menentukan representasi masyarakat yang menggambarkan keseluruhan populasi. Jadi, metodologi digunakan untuk mendapatkan hasil yang obyek dan apa adanya dari survey.

Konsultan Politik

Sejak pemilu 2004 lembaga survey mampu menunjukkan kredibilitasnya dalam memaparkan hasil pemilu yang diketahui (sementara) dalam waktu 1-2 jam setelah perhitungan selesai, bahkan mampu memprediksi dengan presisi yang sangat akurat setelah TPS ditutup. Hal ini memberikan peluang yang besar bagi lembaga survey menjadi konsultan politik. Konsultan politik digunakan oleh partai politik dan kandidat calon untuk memenangkan pertarungan dalam pemilu, pilpres dan pilkada. Entah siapa yang memulai, apakah lembaga survey yang menawarkan diri menjadi konsultan politik, ataukah partai politik dan para kandidat yang menghendaki lembaga survey menjadi konsultan politik. Namun yang pasti, ada simbiosis mutualisme antara partai politik/kandidat dengan lembaga survey/konsultan politik.

Perkembangan terakhir, lembaga survey yang berubah menjadi konsultan politik sudah menjadi industri yang menghasilkan pendapatan yang menjanjikan bagi para pengelolanya. Banyak Program Studi yang menjadikan konsultan politik sebagai profil lulusannya, sehingga konsultan politik menjadi profesi yang menjanjikan kesejahteraan.

Memang tidak ada yang salah ketika lembaga survey menjadi konsultan politik, selama kedua belah pihak, yakni partai politik/kandidat dan konsultan politik mendasarkan perilakunya pada koridor etika politik serta tetap dalam sikap integritas dan profesionalitas.

Namun, perlu diwaspadai bahwa industri konsultan politik bisa terjebak dalam pusaran dan orientasi profit. Dalam konstelasi politik yang liberal seperti pemilu di Indonesia menjadi agenda bagi para pemilik modal untuk terlibat secara langsung dengan memenangkan salah satu kandidat. Dengan memenangkan calon tertentu, mereka berharap mendapatkan imbalan proyek-proyek pembangunan yang padat modal. Atas dasar itulah, mereka para pemilik modal membutuhkan konsultan politik yang mampu menyusun strategi dan taktik yang jitu untuk memenangkan kandidat tertentu dalam pilgub. Apalagi kalau kemudian, konsultan politik, tanpa mengindahkan etika politik, memanfaatkan peluang tersebut dngan dengan menawarkan harga yang tinggi atau memasang tarif yang tinggi dengan jaminan akan memenangkan kandidat tertentu dalam pilgub. Belum lagi dalam kontrak kerja juga disepakati adanya “success fee” apabila kandidat yang diusung keluar sebagai pemenang.

Disamping itu, dalam pemilu yang terakhir dan pilkada serentak 2005 dan 2017 yang lalu, disinyalir praktek politik uang meningkatkan tajam. Politik uang memang terasa dan sangat dirasakan dalam proses pemilu dan pilkada, tetapi sangat sulit untuk dibuktikan dan diproses secara hukum. Bahkan, politik uang hampir menjadi budaya yang lama kelamaan dianggap wajar oleh masyarakat. Celakanya, politik uang benar-benar terbukti mampu mempengaruhi pilihan politik warga masyarakat, yang pada akhirnya memenangkan kandidat tertentu. Dengan memanfaatkan pragmatisme masyarakat tersebut, konsultan politik dengan kecanggihan metodologi yang digunakan mampu melakukan pemetaan masyarakat dan menyusun strategi dan taktik yang disarankan kepada kandidat, agar efektif dan efisien dalam mengeluarkan cost politic (ongkos untuk memenangkan pilgub).

Di sinilah, masyarakat harus diajak untuk secara cerdas mewaspadai lembaga survey yang telah meninggalkan khittahnya. Lembaga survey harus dikembalikan pada fungsi awal sebagai lembaga yang secara independen memberikan pendidikan politik kepada warga negara melalui serangkaian survey dan penelitian dengan mempublikasikan hasilnya secara transparan. Masyarakat memiliki banyak referensi untuk menjadi pemilih yang cerdas, yang menentukan pilihan politiknya dalam pilgub berdasarkan informasi yang benar dan akurat. Sehingga, pilgub menjadi sarana bagi terwujudnya demokrasi berintikan kedaulatan rakyat. Semoga.

 

 

 

Why Cracker???

Diiringi Lembayung Bali, biar jari ini mengatakan apa yang sedang bergelayut……. tentang sebuah marwah.

“Hingga masih bisa kurangkul kalian, sosok yang mengaliri cawan hidupku. Bilakah kita menangis berasama, tegar melawan tempaan. Semangatmu itu”

Generasi X, Generasi Y, Generasi Z memiliki level keunikannya masing-masing
“Menatap lembayung di langit Bali, dan kusadari betapa berharga kenanganmu” bagaimana bisa kritis jika selalu diganggu lirik manis Lembayung Bali.
Menukik dan merasuk ke jiwa, menyenangkan ada setting repeat song seperti sengaja ingin diganggu lembayung Bali.

Begitu dekatnya kehidupan beda generasi ini dengan slogan politik praktis “Tak ada teman sejati dan tak ada musuh abadi” Everything is based on kepentingan. Dalam era perkembangan teknologi, muncul sosok dengan karakter baru “Cracker” yang dituntut memiliki kekuatan lebih untuk bertahan dalam mengubah sebuah haluan dengan menembus “perang dingin” antar generasi. Karakter Cracker bukan leader atau manager untuk memimpin atau menjalanakan keteraturan akan tetapi cracker hanya pencipta retakan untuk kemajuan kehidupan dan merombak tatanan lawas serta berani mengambil resiko atas lambannya pergerakan. Jelas, Cracker sangat mengganggu kenyamanan dan siapapun akan gusar jika keluar dari comfort zone, sehingga sosok cracker acapkali dianggap sebagai pengganggu.

So, Watch out cracker!!!!

Dan lagi-lagi melayang dengan Lembayung Bali………………