Fikom Joss dan Juri Lomba Poster Paru-paru Sehat

Spread the love

Minggu lalu saya dihubungi mahasiswa Fikom yang meminta saya untuk menjadi juri lomba poster yang mereka akan adakan di Mall Marvel City. Saya tanya  mengapa mereka memilih saya sebagai juri, dan mereka menjawab karena saya dosen matakuliah Desain Grafis mereka. 🙂 Saya pun mengiyakan permintaan mereka walau saya belum pernah menjadi juri lomba desain grafis. Namun saya punya pengalaman dua kali menjadi juri Toastmasters Speech Contest.

Dua hari sebelum penguman pemenang, saya dikirimi pengumuman lomba yang disebar ke SMA. Lomba tersebut sebenarnya adalah bagian dari rangkaian sosialisasi bahaya Kanker Paru-paru. Ini sebenarnya bagian dari matakuliah Event Organizer dengan dosen pengampu Ibu Zulaikha, yang ‘memaksa’ mahasiswa mampu membuat sebuah acara. Mulai dari mengkonsep acara, membuat proposal, mencari kerjasama dan sponsor sampai mengeksekusi kegiatan. Kelompok mahasiswa yang mengadakan ini menamakan diri sebagai EO Kojo Production.

Berikutnya saya juga dikirimi file poster dalam format PDF untuk dinilai. Sedangkan untuk kriteria dan bobot penilaian diserahkan ke saya. Berikut kriteria dan bobot yang saya gunakan dalam penilaian lomba poster tersebut:

  1. Tema (15%)
  2. Bahasa (10%)
  3. Kreativitas (15%)
  4. Informatif (10%)
  5. Layout (10%)
  6. Typografi (15%)
  7. Warna (15%)
  8. Trend (10%)

Setiap lomba desain, memiliki kriteria dan bobot yang berbeda seperti halnya lomba desain poster dan lomba desain logo, memiliki sudut penilaian yang berbeda, karena adanya perbedaan bobot dalam filosofi, pesan yang disampaikan dan estetika.

Beberapa poster yang masuk, terjebak pada tema bahaya merokok bagi kesehatan paru-paru, bukan pada tema kesehatan paru-paru itu sendiri. Walau rokok menjadi salah satu dari penyebab kanker paru-paru. Sehingga nilai tema menjadi berkurang jauh.

Pesan dalam bentuk teks, merupakan komponen yang cukup penting. Hampir separuh poster, salah dalam penggunaan kata baku, tanda baca dan penerapan tata bahasa lainnya. Itu mengapa, seorang desainer grafis bukan hanya paham ilmu desain, tetapi harus juga diimbangi dengan pengetahuan bahasa sebaga salahsatu komponen dalam mengkomunikasi pesan yang akan disampaikan kepada audien melalui desain komunikasi visual seperti poster.

Kreativitas menjadi salah satu kriteria dengan bobot penilaian besar. Desain yang kreatif, akan membuat poster tampak WOW dan unik, karena menyajikan hal yang tidak semua orang pikirkan. Oleh karena itu, seorang desainer dituntut untuk mencari ide-ide kreatif untuk menyajikan hal yang berbeda dan tidak biasa. 2-3 poster peserta, cukup kreatif dengan menyajikan perbandingan paru-paru sehat dan sakit dengan gambar Patric teman SpongeBob.

Selain memenuhi unsur estetika dengan kombinasi warna, tata letak dan bentuk yang indah, poster juga harus informatif sesuai tujuan dari poster tersebut dibuat, sebagai media sosialisasi akan bahaya kanker paru-paru dan kiat pencegahannya. Buat apa desain posternya bagus dan eye catching, tetapi tidak ada pesan yang disampaikan. Sekali lagi, bahwa poster adalah media komunikasi visual untuk menyampaikan pesan, dan bukan lukisan untuk sekedar indah-indahan.

Sebagian peserta masih bingung menentukan jenis huruf yang tepat. Dalam typografi, setiap jenis huruf memiliki kesan dan pesan yang berbeda. Misal, untuk desain banner acara Ramadhan, huruf Alhambra cocok untuk digunakan, namun tidak cocok untuk desain banner acara pertunjukan wayang kulit semalam suntuk. Demikian juga saat acara Helloween Party, brush script dan tulisan jenis handwriting tentu tidak disarankan untuk digunakan, karena akan mereduksi pesan dari media tersebut.

Pada hari kamis (18/1/2018) saya hadir di acara Talkshow dan penyerahan hadiah pemenang lomba poster di Marvel City. Acara sangat meriah karena didukung oleh MC yang memang bisa mencairkan suasana dengan guyonan khas standup commedy. Selain didapuk untuk menyerahkan hadiah bagi pemenang, saya juga sempat menyampikan kriteria penjurian dan pesan bagi para perserta untuk memperhatikan hal-hal seperti yang saya paparkan di atas.

Fikom JOSS!!!

Suasana acara Sosialisasi Kanker Paru-paru yang menampilkan Dr. Lolita dari Dinas Kesehatan Surabaya
Poster lomba juga dipamerkan di sekitar acara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *