Dijah Ismojo, Dosen yang Suka Keliling Dunia

Spread the love

Nama aslinya Dra. Soebandijah Ismojo, MM., AK. CA, namun beliau biasa dipanggil Bu Bandijah (Dibaca: Bandiyah). Pagi ini saya berkesempatan berbincang singkat dengan beliau. Kebetulan, kami duduk cukup dekat di sebuah acara peluncuran prodi baru — Teknologi Transfusi dan Bank Darah pagi ini (30/1/2018).

Bu Bandijah, dosen yang suka travelling

Sebenarnya cukup lama saya tertarik untuk berbincang dengan Bu Bandijah, karena tertarik dengan pengalaman beliau yang biasa memanfaatkan waktu libur untuk keliling dunia berlibur ke berbagai negara. Hal ini tampak dari lini masa facebook beliau.

Pada kesempatan tersebut saya menanyakan mengapa selalu jalan-jalan ke luar negeri. Beliau menjawab kalau jalan-jalan sudah merupakan hobbynya sejak muda. Bahkan sekolah di SMA 2 Kediri dan kuliah di Universitas Airlangga, sudah keliling nusantara baik bersama teman-teman maupun keluarga.

Saat ini Bu Bandijah memang telah pensiun dari Universitas Dr. Soetomo sebagai dosen akuntansi maupun sebagai internal auditor. Namun karena tenaga dan keilmuan beliau masih dibutuhkan, Bu Bandijah masih tetap diminta mengajar sebagai dosen NUPK.

Bila semua wilayah di Indonesia sudah pernah beliau kunjungi, berikutnya, saya menanyakan negara mana saja yang sudah dan akan dikunjungi. Menurut beliau, hampir semua negara Asia sudah pernah dikunjungi, seperti: Singapura, Malaysia, Thailand, Taiwan, Korea, Jepang, China, Hongkong, Macau hingga Australia dan New Zeland. Namun Philipina, Brunei dan Papua New Guine belum dikunjungi.

Foto Diambil dari Facebook Bu Dijah Ismojo
Foto diambil dari Facebook Bu Dijah Ismojo
Foto diambil dari Facebook Bu Dijah Ismojo

 

 

Selain Arab Saudi untuk haji dan umroh, beliau juga pernah mengunjungi Abu Dhabi, Turkey, Prancis, Jerman, Belanda dan beberapa negara Eropa lainnya.

Menurut beliau, negara-negara maju memiliki budaya yang bagus, seperti menjaga kebersihan dan ketertiban. Tidak ada orang yang membuang sampah sembarangan. Selain itu, setiap negara punya keunikan dari segi budaya, musim dan tempat-tempat wisata bersejarah.

Saat saya tanyakan negara mana yang paling menarik, beliau menjelaskan kalau Dubai punya hotel bintang 7 yang luar biasa. Sedangkan Turkey adalah negara yang unik dan bagus, karena kehidupannya yang campuran antara Eropa dan Asia, serta kehidupan sekuler dan agamis.

Sebagai pertanyaan terakhir, saya menanyakan negara mana lagi yang menjadi target kunjungan beliau berikutnya. Ternyata menurut beliau, tergantung paket yang ditawarkan agen perjalanan langganannya. Berikutnya kemungkinan akan ke Mesir, Palestina dan negara timur tengah lainnya.

Beliau bilang kalau dari semua negara yang dikunjungi, Indonesia tetap negara kaya raya yang membanggakan. Selain harga makanan dan barang yang murah, angkutan juga mudah di dapat. Sedangkan di banyak negara yang dikunjungi seperti Jepang, terkadang terasa capek karena harus berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lainnya.

Terakhir sebelum menutup pembicaraan, saya menyarankan beliau untuk menuliskan dalam sebuah buku semua perjalanannya dilengkapi dengan foto-foto bagus yang mewakili setiap negara yang dikunjungi.

Begitu cerita singkat tentang Bu Bandijah, seorang dosen yang hobby travelling.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *