Penulis Hantu Gentayangan di Kampus-kampus

Spread the love
Selebaran penawaran pembuatan buku dan jurnal ilmiah

Penulis hantu atau Ghost Writer bukanlah penulis fiksi yang menulis kisah horor tentang kuntilanak, wewe gombel, tuyul dan mbak yul. Sebutan Ghost Writer adalah untuk seorang penulis yang menghasilkan karya tulis atas nama orang lain. Entah itu berupa buku, artikel di media, naskah pidato dan bentuk tulisan lainnya. Jadi pada prinsipnya, Ghost Writer adalah seorang penulis yang membuatkan tulisan untuk orang lain dan nama serta hak kepemilikian tulisan tersebut menjadi milik orang yang memesannya.

Jumat lalu, saya menemukan selebaran yang disebar di kampus. Tulisannya berbunyi begini,

“Anda sibuk tidak ada waktu untuk menulis, belum terbiasa menulis. Serahkan pada kami untuk membuat buku Anda.”

Kemudian di bawahnya ada tabel program paket dari 2.5 juta hingga 3.5 juta. Mereka juga menerima jasa layout bagi yang sudah punya tulisan, pelatihan menulis, jasa pembuatan buku dan pembuatan jurnal ilmiah bagi yang sibuk atau tidak mampu menulis sendiri. Bahkan seingat saya, ada juga jasa pembuatan dan penerbitan jurnal ilmiah (konon)  terindeks Scopus yang dibandrol seharga 15 juta.

Penggunaan jasa Ghost Writer di kalangan kampus sebenarnya sudah sejak jaman dahulu ada. Di kalangan mahasiswa, Ghost Writer ini biasa menawarkan jasa pembuatan skripsi atau Tugas Akhir. Harganya bisa antara 3 juta hingga 6 juta, tergantung dari tingkat kesulitan dan program studi. Hebatnya lagi, Ghost Writer ini punya tim yang bisa mengerjakan tugas akhir mahasiswa Prodi Teknik Informatika yang umumnya tidak hanya berupa laporan naskah laporan Tugas AKhir, tetapi juga beserta program aplikasi yang menjadi syarat kelulusan sebagai Sarjana Teknik Informatika.

Lebih celaka lagi, Ghost Writer tidak hanya berasal dari luar kampus seperti tempat konsultas skripsi dan tesis dan tempat jasa pengetikan, tetapi juga dari internal kampus sendiri. Beberapa dosen dengan beraninya melanggar kode etik sebagai dosen, dengan menerima jasa pengolahan data dan pembuatan tesis. Si mahasiswa magister tinggal membayar dan duduk manis saja saat ujian, karena pembimbing yang sekaligus Ghost Writernya, akan membantu menjawab pertanyaan dosen penguji lain. Bila praktek ini dilakukan, maka kampus sebagai lembaga pendidik dan moral akan runtuh dengan sendirinya. Kasus tutupnya sebuah kampus di Surabaya karena dahulu secara masiv melakukan pelacuran akademik, seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi kampus-kampus lain, untuk menegakan intergritas dan moralitas sebagai lembaga pendidikan yang punya kredibelitas.

Seorang teman yang biasa menjadi koordinator mahasiswa pascasarjana pernah bercerita kalau dia dulu pernah punya sebuah harddisk yang berisi ratusan naskah tesis dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur dan Jogjakarta. Jadi saat seorang mahasiswa pascasarjana sudah waktunya mengajukan judul dan proposal tesis, koordinator tersebut tinggal memberikan judul dan file mana yang disetujui oleh dosen pembimbingnya. Tentu saja bila ada perubahan-perubahan atas saran dosen pembimbing, koordinator akan dengan sigap merevisi proposal maupun naskah tesisnya.

Sekarang, Ghost Writer tidak hanya menyerang mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi atau tugas akhirnya, tetapi juga dosen. Ada kebutuhan dosen untuk bisa tetap mendapatkan tunjangan sertifikasi dosen dan untuk kenaikan jabatan akademik. Mereka dituntut untuk membuar karya ilmiah, baik berupa buku maupun publikasi di jurnal ilmiah ber-ISSN. Sementara si dosen sendiri mungkin hidupnya sudah lelah dan tidak lagi produktif untuk melaksanakan penelitian dan publikasi. Akibatnya, Ghost Writer menjadi alternatif pilihan untuk memenuhi tuntutan Ristekdikti. Ditengarai, dosen yang yang menggunakan jasa Ghost Writer bukan hanya dosen biasa, tetapi juga profesor dan dosen lektor kepala yang dituntut produktif sebagai syarat dicairkannya tunjangan sertifikasi dosen.

Apakah Ghost Writer gentayangan di kampus Anda? Sebaiknya hati-hati, jangan sampai Anda bangga dengan karya yang sebenarnya bukan hasil karya osinal Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *